Pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Tennis Indoor Senayan pada 8 Juli 2026 menandai komitmen kuat Indonesia untuk menjadikan ekonomi halal sebagai salah satu penggerak utama perdagangan dan pertumbuhan di kawasan D-8. Di tengah momentum inilah Wakaf Al Azhar hadir untuk memperkuat literasi wakaf di hadapan publik yang lebih luas.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026: Panggung Ekonomi Halal
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam pidato pembuka menegaskan target ambisius intra-perdagangan D-8 sebesar 500 miliar dolar AS pada 2030, dengan memanfaatkan kekuatan komplementer tiap negara dan menjadikan expo ini bukan sekadar forum wacana, tetapi platform transaksi dagang nyata.
Sejalan dengan itu, Sekjen D-8 Sohail Mahmood melalui pesan video mendorong integrasi ekonomi halal yang lebih dalam — termasuk usulan koridor perdagangan halal terintegrasi, marketplace digital halal, serta investasi bersama di kawasan industri dan inovasi teknologi. Semuanya bertumpu pada kolaborasi lintas negara Muslim untuk memperkuat rantai nilai halal global.
Faith-Based Finance dan Wakaf dalam Sesi “Unlocking New Drivers”
Salah satu momen penting berlangsung pada hari keempat, yaitu sesi HEI Talk bertajuk “Unlocking New Drivers of Development: Talent, Sustainable Innovation, and Faith-Based Finance for Shared Prosperity” pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 09.00–10.30 WIB di area HEI Talk Senayan. Tema faith-based finance ini berkaitan erat dengan konsep wakaf sebagai instrumen pembiayaan sosial berbasis nilai keagamaan.
Sesi ini menghadirkan Greget Kalla Buana (Islamic finance influencer), Rayan Asa Luminaries selaku Chairman Forum Wakaf Produktif sekaligus Direktur Wakaf Al Azhar, dan Ranitya Nurlita (Founder Wastehub), dengan Astrid Nadya Rizqita sebagai moderator. Kolaborasi berbagai mitra — Forum Wakaf Produktif, Pijar Foundation, Wastehub, Townhall Muda, dan MOSAIC — menegaskan bahwa diskusi tidak hanya berfokus pada keuangan syariah, tetapi juga pada inovasi sosial dan ekosistem wakaf produktif.
Wakaf Al Azhar sebagai Exhibitor: Edukasi Wakaf ke Pengunjung
Bukti konkret dukungan terhadap gerakan wakaf produktif ini adalah keikutsertaan Wakaf Al Azhar sebagai exhibitor. Di booth Forum Wakaf Produktif, tim Wakaf Al Azhar memperkenalkan sekaligus memberikan edukasi wakaf dan program-program wakaf yang sedang berjalan kepada para pengunjung yang mampir.
Keterhubungan antara lembaga sosial, wakaf, dan literasi halal semakin diperdalam melalui sesi-sesi lanjutan HEI Talk yang mengangkat tema kewirausahaan pemuda, posisi Indonesia dalam ekonomi syariah global, hingga penguatan kerja sama kawasan. Semua menegaskan bahwa edukasi halal dan literasi keuangan syariah harus berjalan beriringan dengan perluasan pasar produk halal.
Ingin ikut menjadi bagian dari gerakan wakaf produktif? Mulai berwakaf bersama Wakaf Al Azhar hari ini.