Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam
Berbuat baik dan berbakti kepada orang tua, atau birrul walidain, adalah melakukan kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya, menaati perintahnya (kecuali dalam perbuatan maksiat), serta mendoakannya apabila keduanya telah wafat. Ibu dan bapak sebagai orang tua sudah selayaknya mendapatkan kebaikan dan penghormatan dari anaknya.
Islam sangat memperhatikan masalah ini, sebagaimana ditegaskan dengan jelas dalam firman Allah:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali.” (QS. Luqman: 14)
Wakaf sebagai Wujud Bakti kepada Orang Tua
Bakti kepada orang tua bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain berbuat baik kepadanya secara langsung, ada satu cara lain yang bisa kita lakukan sebagai seorang anak, yaitu wakaf atas nama orang tua.
Dari Abdullah bin Abbas r.a., bahwa Sa'ad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada di tempat. Ia pun datang kepada Nabi Muhammad SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat. Apakah jika saya bersedekah untuknya, hal itu bermanfaat baginya?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya.” Sa'ad pun berkata, “Saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya.” (HR. Bukhari)
Mari berwakaf untuk orang yang kita sayangi, yaitu orang tua, baik yang masih ada maupun yang sudah meninggal dunia, melalui program Wakaf Al Azhar. Berwakaf mudah, aman, dan terpercaya. Klik di sini untuk memilih Program Wakaf Al Azhar.